Dukung Swasembada Pangan, PT KTU bersama Kepolisian dan Kelompok Tani kembali Panen Jagung
Siak, Riau — Sangkakalapost.com
Komitmen perusahaan kelapa sawit PT Kimia Tirta Utama (KTU), anak usaha Astra Agro Lestari, dalam mendukung ketahanan pangan nasional kembali menunjukkan hasil nyata. Bersama Polsek Koto Gasib dan Kelompok Tani (KT) Mekarsari, perusahaan kembali menggelar Panen Raya Jagung Tahap II di Desa Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau.
Panen ini merupakan kelanjutan dari rangkaian program ketahanan pangan yang dijalankan PT KTU secara berkelanjutan sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat swasembada pangan, pemberdayaan petani, serta penguatan ekonomi desa. Program ini melibatkan kolaborasi multipihak antara perusahaan, aparat kepolisian, pemerintah kecamatan dan desa, serta kelompok tani setempat.
Hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (19/1) tersebut, Kapolsek Koto Gasib Iptu Suhardiyanto, Camat Koto Gasib Wendy Masrizal, Kepala Desa Pangkalan Pisang Budiyanto, Kepala Desa Empang Pandan Agus Mulyono, Ketua KT Mekarsari Hendro Satrioko, PPL Pertanian Kecamatan Koto Gasib Zakaria, serta jajaran manajemen PT KTU.
Pada panen kali ini, KT Mekarsari berhasil memanen jagung dari lahan seluas satu hektar dengan hasil sekitar tiga ton. Hasil panen selanjutnya akan diproses dan disalurkan ke Bulog serta dilaporkan kepada pemerintah sebagai bagian dari pencatatan program ketahanan pangan nasional.
Kapolsek Koto Gasib, Iptu Suhardiyanto, mengapresiasi sinergi yang terbangun dan menilai keberhasilan ini sebagai bukti konkret bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami bersyukur atas keberhasilan budidaya jagung di KT Mekarsari. Semua pihak memberikan dukungan luar biasa sesuai porsinya masing-masing. Terima kasih khususnya kepada PT KTU, PPL Dinas Pertanian, dan KT Mekarsari,” ungkap Iptu Suhardiyanto.
Dengan hasil yang sudah terlihat, ia berharap kelompok tani ini dapat terus melaksanakan program penanaman dan menjadi percontohan bagi wilayah lainnya.
Ketua KT Mekarsari, Hendro Satrioko, mengatakan panen ini menjadi motivasi besar bagi petani untuk terus mengembangkan pertanian pangan secara mandiri dan berkelanjutan.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak, khususnya PT KTU melalui program CSR-nya dan Polsek Koto Gasib,” ujar Hendro.
Ia bercerita, bahwa sebelumnya telah bermitra dengan PT KTU untuk tanaman hortikultura seperti semangka dan cabai, namun ini pertama kalinya menanam jagung.
“Alhamdulillah, panen hari ini mencapai sekitar tiga ton. Hasil penjualan akan kami gunakan untuk membiayai tanam tahap berikutnya,” jelas Hendro.
Ia menambahkan, saat ini KT Mekarsari telah kembali menanam jagung di lahan seluas satu hektar dengan usia tanaman sekitar 2 minggu sebagai bentuk kesinambungan program.
Administratur PT KTU, Teddy Yohendra Siregar, menegaskan bahwa keberhasilan panen ini tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari roadmap jangka panjang perusahaan dalam mendukung agenda strategis pemerintah.
“Mewakili manajemen PT KTU, kami mengucapkan selamat kepada seluruh pihak atas berhasilnya program ketahanan pangan di Desa Pangkalan Pisang ini. Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran Kapolsek Koto Gasib, KT Mekarsari, dan Dinas Pertanian,” papar Teddy.
Ia mengaku bangga dapat ikut berkontribusi dalam program pemerintah yang telah dicanangkan Presiden RI. “Jagung yang ditanam pada 11 Oktober 2025 ini berhasil memenuhi ekspektasi dan menghasilkan panen yang menggembirakan,” terangnya.
Keberhasilan panen tahap II ini semakin memperkuat rekam jejak PT KTU dalam pengembangan jagung di wilayah operasionalnya. Pada Juni 2025 lalu, PT KTU berhasil mencatat panen perdana sebesar 1,2 ton jagung dari lahan seluas 0,2 hektare. Capaian tersebut kemudian berkembang signifikan, hingga saat ini mampu menghasilkan sekitar tiga ton jagung melalui kolaborasi bersama KT Mekarsari.
Sebelumnya, PT KTU juga telah beberapa kali menggelar penanaman jagung serentak bersama Polsek Koto Gasib dan kelompok tani sebagai bagian dari dukungan terhadap swasembada pangan nasional, sekaligus mengoptimalkan lahan-lahan produktif di sekitar perkebunan sawit agar memberi nilai tambah bagi masyarakat.
Langkah berkelanjutan ini mencerminkan keseriusan PT KTU dalam menjalankan peran dunia usaha sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan petani, serta pembangunan desa yang inklusif dan berdaya saing.
Sejalan dengan Astra Agro Sustainability Aspirations, PT KTU terus memperkuat kolaborasi multipihak untuk mendorong pertanian berkelanjutan, membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa, serta menghadirkan dampak sosial yang terukur dan berkelanjutan di sekitar wilayah operasional perusahaan. (Abdul.W)

