News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Bersama Hadapi Perubahan Iklim, PT KTU dan Desa Kuala Gasib Perkuat Aksi ProKlim

Bersama Hadapi Perubahan Iklim, PT KTU dan Desa Kuala Gasib Perkuat Aksi ProKlim

 


Siak, Riau – Sangkakalapost.com

Perubahan iklim bukan lagi sekadar isu global, tetapi tantangan nyata yang dirasakan hingga ke tingkat desa. Perubahan pola cuaca, meningkatnya risiko kekeringan, hingga ancaman kebakaran hutan dan lahan menjadi pengingat bahwa ketangguhan masyarakat harus dibangun melalui aksi nyata yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

 

Berangkat dari semangat itu, perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Kimia Tirta Utama (PT KTU) memperkuat kolaborasi bersama Pemerintah Desa Kuala Gasib, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya melalui penguatan Program Kampung Iklim (ProKlim) di Desa Kuala Gasib.

 

ProKlim merupakan program nasional yang dikembangkan pemerintah untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim melalui aksi adaptasi dan mitigasi berbasis komunitas. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim, tetapi juga mendorong pengurangan emisi gas rumah kaca melalui berbagai kegiatan yang berkelanjutan di tingkat desa.

 


Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pemahaman mengenai pentingnya membangun kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim, sekaligus meningkatkan kapasitas dalam menjalankan berbagai aksi adaptasi, mitigasi, serta penguatan kelembagaan di tingkat desa. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjaga kualitas lingkungan sekaligus memperkuat daya tahan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan iklim, termasuk fenomena El Nino yang diperkirakan memengaruhi kondisi cuaca sepanjang tahun ini.

 

 

Pelaksana Harian Kepala Bidang Perubahan Iklim (PLH Kabid Proklim), Pengelolaan Limbah Padat Domestik dan Peningkatan Kapasitas Kabupaten Siak, H. Muhammad Fuad, menilai bahwa keberhasilan ProKlim sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak.

 

Menurutnya, pendekatan kolaboratif mampu meningkatkan kapasitas sekaligus kesadaran masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim. Berbagai aksi yang telah dilakukan bersama masyarakat, mulai dari penanaman pohon sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim, pengelolaan sampah, hingga berbagai praktik adaptasi lainnya menjadi modal penting dalam membangun ketangguhan desa menghadapi perubahan iklim.

 

"Kami melihat langsung berbagai aksi yang telah dilakukan perusahaan, pemda dan masyarakat. Sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan sehingga masyarakat semakin siap menghadapi dampak perubahan iklim," ungkapnya.

 

Hal senada disampaikan Manajemen PT Kimia Tirta Utama, Teddy Yohendra Siregar. Ia mengatakan bahwa tantangan perubahan iklim tidak dapat dihadapi oleh satu pihak saja. Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan desa yang tangguh sekaligus berdaya.

 

Melalui ProKlim, Teddy berharap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dapat semakin terintegrasi dalam pembangunan daerah sehingga berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

“Fokus kami tidak hanya pada perlindungan lingkungan, tetapi juga memastikan adanya peningkatan pendapatan masyarakat melalui pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan, salah satunya melalui pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA), serta berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan perusahaan," ujar Teddy.

 

Kegiatan penguatan ProKlim tersebut dilaksanakan di Desa Kuala Gasib, Kabupaten Siak, mulai akhir Mei 2026, dengan melibatkan pemerintah desa, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta tim Sustainability PT Kimia Tirta Utama.

 

Kolaborasi ini sekaligus mempertegas komitmen PT Kimia Tirta Utama dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan secara berkelanjutan. Sejalan dengan semangat "Sinergi Bumi dan Manusia untuk Satu Indonesia", perusahaan meyakini bahwa menjaga kelestarian lingkungan harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat agar tercipta manfaat yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.(Awd)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.