Tiga Pilar Modal Perusahaan: Saham, Obligasi, Atau Pinjaman Bank?
SIAK Sri Indrapura-Sangkakalapost.com
Dalam menjalankan operasionalnya, perusahaan seringkali membutuhkan dana untuk membiayai proyek-proyek baru, ekspansi, atau bahkan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja.
Ada beberapa pilihan sumber pendanaan yang dapat dipilih oleh perusahaan, antara lain saham, obligasi dan pinjaman bank. Masing-masing sumber pendanaan ini memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu pertimbangan yang hati-hati.
Apa sih kelebihan dan kekurangan masing-masing sumber pendanaan tersebut?
• SAHAM (Ekuitas) : kepemilikan tanpa kewajiban pengembalian
Kelebihan saham ini adalah: tidak ada kewajiban untuk membayar dividen jika perusahaan tidak memiliki laba, tidak ada jatuh tempo, dan dapat meningkatkan modal Perusahaan.
Kekurangan saham: dapat menyebabkan dilusi kepemilikan dan control perusahaan, serta biaya emisi saham yang relative tinggi.
• Obligasi (Utang jangka Panjang) : Utang teredar di pasar
Obligasi adalah surat utang jangka panjang yang diterbitkan perusahaan dan diperdagangkan di pasar modal. Obligasi menjanjikan pembayaran bunga (kupon) secara periodik dan pengembalian pokok pada saat jatuh tempo.
Kelebihan obligasi: biaya bunga nya dapat dikurangkan dari pajak, obligasi tidak ada dilusi kepemilikan, dan kewajiban bunga yang tetap.
Kekurangan obligasi: kewajiban untuk membayar bunga dan pokok pinjaman tetap ada meskipun Perusahaan tersebut mengalami kerugian ataupun risiko gagal bayar.
• Pinjaman Bank (kredit)
Kelebihan: proses yang relative cepat dan fleksibel, suku bunga yang kompetitif, dan dapat dinegosiasikan
Kekurangan pinjaman bank: Ada kewajiban untuk membayar pokok pinjaman dan bunga, serta risio gagal bayar dan kemungkinan adanya jaminan.
Perbandingan antara Saham, Obligasi, dan Pinjaman bank
Dari perspektif biaya:
Saham tidak memiliki biaya tetap, tetapi biaya implisit seperti dilusi kepemilikan. Sedangkan obligasidan pinjaman bank memiliki biaya bunga yang eksplisit.
Dari perspektif risiko:
Saham memiliki risiko yang terkait dengan volatilitas harga saham. Sedangkan obligasi dan pinjaman bank sama-sama memiliki risiko gagal bayar.
Dari perspektif fleksibIlitas:
Pinjaman bank bisa jadi lebih fleksibel dalam hal negosiasi dan restrukturisasi. Sedangkan obligasi lebih kaku karena sifatnya yang sudah ditentukan.
KESIMPULAN
Setiap sumber pendanaan memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Pilihan antara saham, obligasi, dan pinjaman bank harus didasarkan pada analisis menyeluruh tentang kebutuhan, kondisi keuangan dan tujuan perusahaan, serta profil risiko (seberapa besar risiko nya). Dalam beberpaa kasus, kombinasi dari beberapa sumber pendanaan mungkin merupakan strategi yang paling efektif. • Saham menawarkan pendanaan yang stabil, tanpa kewajiban pengembalian tetap, namun dengan risiko dilusi kepemilikan dan biaya pendanaan yang mahal. Obligasi dan Pinjaman Bank (Utang) menawarkan keuntungan berupa tax shield karena bunga yang dibayarkan dapat mengurangi dasar pengenaan pajak.
Obligasi ideal untuk utang jangka panjang yang masif, sementara Pinjaman Bank lebih cepat dan fleksibel, meski dengan bunga yang lebih tinggi dan agunan wajib.
Keputusan struktur modal yang ideal adalah keseimbangan antara manfaat tax shield dari utang dan biaya financial distress (risiko kebangkrutan) yang ditimbulkan utang.
Manajemen harus secara cermat memilih kombinasi dari tiga pilar ini untuk mencapai biaya modal terendah dan memaksimumkan nilai perusahaan.(Rls/Abdul)
Penulis: Meisha widarti
Prodi Manajemen Bisnis Syariah (UNIVERSITAS TAZKIA).
